Rabu, 14 Desember 2011

MATERI 8


MANUSIA DAN TANGGUNGJAWAB

Tanggungjawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya, sehingga bertanggungjawab adalah kewajiban menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya. Tanggungjawab merupakan kesadaran akan tingkah laku seseorang, baik ataupun buruk, yang disengaja ataupun tidak disengaja. Menanggung dan memberikan pembuktian atas segala ucapan atau janji yang telah dibuat.
Tanggungjawab bersifat kodrati, artinya setiap manusia pasti dibebani dengan tanggungjawab dan tanggungjawab sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Apabila seseorang tidak bertanggung jawab, maka akan ada orang lain yang memaksa tanggungjawab itu, dan ada sangsi di dalamnya.
Tanggungjawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi pembuatnya, ia harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggungjawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun cara masyarakat.
Tanggungjawab adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain. Kewajiban atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia, antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara dengan baik. Tanggungjawab itu ciri manusia yang beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggungjawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau menigkatkan kesadaran bertanggungjawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa terhadap Tuhan.
Macam-macam Tanggungjawab:
1. Tanggungjawab terhadap diri sendiri
2. Tanggungjawab terhadap keluarga
3. Tanggungjawab terhadap masnyarakat
4. Tanggungjawab terhadap bangsa/negara
5. Tanggungjawab terhadap Tuhan

Pengabdian dan Pengorbanan
Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan merupakan perbuatan baik demi kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu yang dilakukan dengan ikhlas.
Pengorbanan berarti kebaikan untuk menyatakan kebaktian, dengan kata lain pengorbanan adalah sifat kebaktian yang mengandung keikhlasan atau tanpa pamrih. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan lebih banyak menunjukan pada pemberian sesuatu, sedangkan pengabdian lebih banyak menunjukkan pada perbuatan. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.


Daftar Pustaka
* Ellysa. Materi Ilmu Budaya Dasar



MATERI 7


 MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pengertian Pandangan Hidup
Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Pandangan hidup bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup. Tiga macam asal pandangan hidup yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan  dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu negara
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut dengan ideologi. Pandangan hidup memiliki unsur-unsur yaitu :
* Cita-cita
Keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada di dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
 * Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan, pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, dan merupakan makhluk yang bermoral
*Keyakinan/Kepercayaan
Keyakinan dan kepercayaan seseorang menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan. Menurut Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu :
1. Aliran naturalisme : Hidup manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu berasal dari nature dan itu dari Tuhan. Pada yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan, mungkin juga tidak ada
2. Aliran intelektualisme : berdasar pada logika/akal. Manusia mengutamakan akalnya, mana yang benar menurut akalnya, itulah yang baik, walaupun terkadang bertentangan dengan kekuatan hati nurani
3. Aliran gabungan : dasar dari aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar atau tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani)

Brainstorming Mempengaruhi Cara Pandang Hidup Sesorang
Brainstorming adalah proses dimana kelompok sebanyak mungkin, sebisa mungkin, dan secepat mungkin menghasilkan ide-ide, mengemukakan apa adanya ide yang muncul dalam pikiran, dan tidak perlu menilai benar atau salahnya (Osborn, 1957, dalam sarwono Dkk, 2009)

Daftar Pustaka
* Ellysa. Materi Ilmu Budaya Dasar
* Sarwono, Sarlito & Eko Meinarno. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba

Selasa, 13 Desember 2011

MATERI 6


MANUSIA DAN KEADILAN
           
Di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang sering berinteraksi dengan berbagai macam orang, terkadang kita sering merasa diperlakukan secara tidak adil, atau bahkan, kita sendiri yang memperlakukan orang lain secara tidak adil.
Keadilan itu sendiri, menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan tersebut diartikan sebagai titik tengah, atau batas rata-rata antara titik ekstrem yang terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Titik ekstrem yang dimaksudkan menyangkut dua orang atau benda. Jika kedua orang tersebut memiliki kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka kedua orang tersebut harus memperoleh hasil yang sama, jika kedua orang tersebut mendapatkan bagian yang tidak sama, itulah yang disebut sebagai suatu ketidak adilan.
Plato juga memiliki pemahaman sendiri mengenai keadilan. keadilan menurut plato, diproyeksikan pada diri manusia, sehingga dikatakan adil adalah orang-orang yang dapat mengendalikan diri dan perasaannya oleh akal. Seorang filsuf bernama Socrates, justru memproyeksikan keadilan kepada pemerintahan dimana pemerintahan merupakan pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Menurutnya, keadilan akan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Agama Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, yang masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat-pendapat tersebut terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pandangan umum, keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya daan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Berbagai Macam Keadilan
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
2. Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan mengahncurkan pertalian dalam masyarakat.

Diskriminasi (Bentuk ketidakadilan)
Berikut merupakan beberapa contoh ketidakadilan atau diskriminasi :
* Seksisme
Pembedaan derajat antara pria dan wanita. Fiske (dalam Vaughan dan Hogg, 2005, dalam Sarwono Dkk, 2009) mengatakan bahwa wanita dilihat 'ramah, namun tidak kompeten', sedang pria dilihat sebagai 'mungkin tidak ramah, namun kompeten'
* Rasisme
Diskriminasi terhadap ras dan etnis
* Ageism
Dalam sebuah komunitas, lansia biasanya diperlakukan dengan penuh hormat. Masyarakat melihat bahwa kaum tua ini berpengalaman, bijak, dan memiliki intuisi tajam yang biasanya tidak dimiliki oleh kaum yang lebih muda.
* Diskriminasi terhadap homo seksual
* Diskriminasi berdasarkan keterbatasan fisik



Daftar Pustaka
* Ellysa. Materi Ilmu Budaya Dasar
* Sarwono, Sarlito & Eko Meinarno. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba

MATERI 5

 MANUSIA DAN PENDERITAAN

Menurut Pearson (1983, dalam Sarwono Dkk, 2009), manusia adalah makhluk sosial. Artinya, sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat menjalani hubungan sendiri, kita selalu menjalin hubungan dengan orang lain, mencoba untuk mengenali dan memahami kebutuhan satu sama lain, membentuk interaksi, serta berusaha mempertahankan interaksi tersebut.
Manusia sebagai makhluk sosial yang mengadakan berbagai macam interaksi dengan berbagai manusia, pastinya pernah mengalami suatu penderitaan yang menjadi beban di dalam hidupnya. Namun ada pula penderitaan yang dialami oleh manusia sejak mereka dilahirkan di dunia, seperti contoh seseorang yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan cacat, ataupun kekurang sesuatu di dalam hidupnya, atau bahkan mungkin seorang anak yang hidup dan berkembang dewasa tanpa pernah bertemu dengan ibunya yang ketika itu meninggal karena melahirkannya.
Semua manusia pasti pernah mengalami penderitaan, namun sebagai seseorang yang memiliki kekuatan untuk bertahan, setiap manusia harus bisa berjuang melawan, menahan, ataupun menanggung segala kesulitan tersebut. Penderitaan juga memiliki sisi positifnya, yakni pada saat seseorang dapat melewati penderitaan yang mereka alami, maka pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan tersebut dapat menjadi tolak ukur agar manusia bisa lebih kuat dalam menghadapi rintangan selanjutnya, dan tentunya membuat seseorang tersebut bangkit.

Kekalutan Mental
Penderitaan batin pada manusia, di dalam ilmu psikologi sering disebut dengan kekalutan mental. Kekalutan mental meliputi gangguan-gangguan pada kejiwaan karena ketidakmampuan seseorang dalam mengatasi dan menghadapi suatu permasalahan, sehingga yang bersangkutan dapat bertingkah laku secara kurang wajar. Beberapa gejala seseorang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering mengalami pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, cenderung mudah marah
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kuran sempurna
2. terjadinya konflik sosial budaya
3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang     berlebihan terhadap kehidupan sosial
Kekalutan mental juga memiliki sisi positif dan juga negatif. Sisi positifnya, yakni membuat seseorang jadi lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME dan menjadi lebih kuat untuk survive di dalam kehidupan. Sisi negatifnya, trauma yang dialami terlalu dipikirkan secara berlarut-larut, sehingga membuat orang tersebut mengalami frustasi. Beberapa bentuk frustasi :
1. agresi, merupakan tindakan melukai yang disengaja oleh seseorang/institusi terhadap orang/institusi lain yang sejatinya disengaja (Berkowitz, 1993, 2001, dalam Feldman 2008, dalam Sarwono Dkk, 2009)
2. regresi, adalah kembali pada pola perilaku yang  primitive atau kekanak-kanakan
3. fiksasi, peletakkan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
4. proyeksi, merupakan usaha melemparkan kepada orang lain bahwa seolah-olah orang lain yang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap dirinya
5. narsisme, adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain

Daftar Pustaka
* Ellysa. Materi Ilmu Budaya Dasar
* Sarwono, Sarlito & Eko Meinarno. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba

Senin, 10 Oktober 2011

MATERI 4


Manusia dan Keindahan

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan juga ciri dari manusia, hewan, tumbuhan, objek, tempat, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi berupa kesenangan yang bermakna atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah kecantikan yang ideal, adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman keindahan sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini merupakan pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder yang artinya keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.
Yunani klasik menyebutkan kata benda keindahan dengan kata κάλλος, kallos. Kata sifat untuk indah dengan sebutan καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine, ὡραῖος, hōraios. Dan kata sifat etimologis ὥρα, hora, yang berarti jam (berada di jam atau waktu yang sepatutnya).

Keelokan Pada Manusia

Wanita yang elok rupanya disebut "cantik" atau "ayu", sementara pria yang rupawan disebut "tampan" atau "ganteng" di dalam masyarakat. Sifat dan ciri seseorang yang dianggap "elok", apakah secara individu atau dengan konsensus masyarakat, sering didasarkan pada beberapa kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah.
Standar kecantikan/ketampanan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu budaya tertentu sebagai berharga. Lukisan sejarah memperlihatkan berbagai standar yang berbeda untuk keelokan manusia. Namun manusia yang relatif muda, dengan kulit halus, tubuh proporsional, dan fitur biasa, secara tradisional dianggap paling elok sepanjang sejarah.



Daftar Pustaka
* http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan (diakses pada tanggal 10 oktober 2011)

MATERI 3


MANUSIA DAN CINTA KASIH

Menurut Pearson (1983, dalam Sarwono Dkk, 2009), manusia adalah makhluk sosial. Artinya, sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat menjalani hubungan sendiri, kita selalu menjalin hubungan dengan orang lain, mencoba untuk mengenali dan memahami kebutuhan satu sama lain, membantuk interaksi, serta berusaha mempertahankan interaksi tersebut. Dengan ini, kita sebagai manusia melakukan hubungan interpersonal ketika mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain. Hubungan interpersonal sendiri artinya adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih, yang memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten.
Cinta, menurut Izard (dalam strongman, 1998) dapat mendatangkan segala jenis emosi, baik yang menyenangkan maupun menyakitkan. Dalam teori Stenberg, cinta memiliki tiga dimensi, yakni hasrat (passion), keintiman (intimacy), dan komitmen/keputusan (commitment/decision).

* Hasrat
Hasrat menekankan kepada intensnya perasaan serta perasaan (keterbangkitan) yang muncul dari daya tarik fisik dan daya tarik seksual. Pada jenis cinta ini, seseorang memiliki ketertarikan fisik secara nyata, selalu memikirkan orang yang disukainya/dicintainya sepanjang waktu, melakukan kontak mata secara intens setiap bertemu, mengalami perasaan yang indah, mengagumi dan terpesona dengan pasangan, detak jantung meningkat, mengalami perasaan sejahtera, ingin selalu bersama pasangan yang dicintai, memiliki energi yang besar untuk melakukan sesuatu demi pasangan mereka, merasakan adanya kesamaan dalam banyak hal, serta merasa sangat bahagia
  
* Keintiman
Tertuju kepada kedekatan perasaan antara dua orang dan kekuatan yang mengikat mereka untuk bersama. Sebuah hubungan akan mencapai tahap keintiman emosional jika kedua pihak saling mengerti, terbuka, dan saling mendukung, serta bisa berbicara apapun tanpa merasa takut ditolak. Mereka mampu saling memaafkan dan menerima, khususnya ketika mereka tidak sependapat atau berbuat kesalahan
* Komitmen/keputusan
Seseorang yang telah mencapai tahap ini, ialah seseorang yang sudah berkeputusan untuk tetap bersama dengan seorang pasangan dalam hidupnya. Komitmen dapat bermakna mencurahkan perhatian, melakukan sesuatu untuk menjaga hubungan tetap langgeng, melindungi hubungan tersebut dari bahaya, serta memperbaiki hubungan bils sedang berada dalam keadaan kritis

Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan perasaan sayang, perasaan cinta ataupun perasaan suka terhadap seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagian. Kasih sayang tumbuh dari rasa cinta. Dalam kasih sayang, secara tidak sadar dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka antara keduanya. Sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur dari kasih sayang itu hilang, maka hubungan rumah tangga tidak akan berjalan dengan baik.


Daftar Pustaka
* Sarwono, Sarlito & Eko Meinarno. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba
* Ellysa. Materi Ilmu Budaya Dasar

MATERI 2

Ilmu Budaya Dasar dan Kesusastraan

            Secara sederhana, ilmu budaya dasar merupakan sebuah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum mengenai konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan juga kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar (IBD) pertama kali dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah dari basic humanitiesm yang berasal dari bahasa Inggris yakni "the Humanities". Istilah humanities itu sendiri juga berasal dari bahasa latin humnus yang berarti manusia, berbudaya dan halus.
            Dengan mempelajari hal tersebut, diharapkan seseorang bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan juga lebih halus dalam bersikap. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
            Disamping mempelajari ilmu tersebut, seseorang juga diharapkan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan juga lebih halus. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar seorang manusia dapat menjadi manusia yang berbudaya, mereka mempelajari ilmu the humanities (nilai-nilai manusia sebagai manusia berbudaya) dan juga tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Pengelompokan ilmu pengetahuan budaya menurut Prof Dr. Harsya Bachtiar :
1. Ilmu-ilmu Alamiah (natural sience), yakni ilmu-ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan yang terdapat di dalam alam semesta. Dalam proses pengkajiannya, digunakan metode ilmiah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan tersebut, lalu dibuatlah sebuah analilsis untuk menentukan kualitasnya
2. Ilmu-ilmu sosial (social science), yakni ilmu-ilmu yang bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan, dalam hubungan antar sesama manusia. Dikaji dengan menggunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah, dengan hasil penelitian yang hanya mendekati kebenaran yang dikarenakan, hubungan antar sesama manusia dapat berubah dari waktu ke waktu.
3. Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini, digunakan metode pengungkapan dengan memberi arti pada setiap peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakupdisiplin seni dan filsafat. Keahlian tersebut, juga dibagi ke dalam beberapa bidang keahlian lain seperti seni tari, seni rupa. seni musik, dll.
Ilmu budaya dasar sendiri (basic humanities) merupakan sebuah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar, memiliki perbedaan dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya, mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Sedangkan ilmu budaya dasar, bukanlah ilmu tentang budaya melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.



Daftar Pustaka :
http://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/, diakses pada tanggal 24 september 2011

Minggu, 09 Oktober 2011

MATERI 1



Text Box: Materi 1Manusia dan Kebudayaan

A. Pengertian Manusia

            Manusia memiliki pengertian yang berbeda-beda dari segi biologis, rohani/agama, dan antropologi, sejarah ataupun secara campuran.
a. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens yakni spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi dengan sebuah otak yang berkemampuan tinggi
b. Dalam kerohanian/agama, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi, di mana dalam agama dimengerti tentang hubungannya dengan kekuatan ketuhanan dengan makhluk hidup
c. Dalam antropologi, manusia dipelajari melalui fisik dan nonfisik berupa warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, kebudayaan, aspek politik, dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat.
d. Dalam sejarah, manusia dikelompokan berdasarkan ras beserta variasi-variasi yang ada

B. Budaya
            Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yakni buddhayah, yaitu merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal). Diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
            Dalam bahasa inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata latin colere, yakni mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

I. Definisi budaya
            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari berbagai unsur, dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri manusia, sehingga banyak orang yang cenderung menganggap bahwa budaya diwariskan secara genetis.
            Budaya merupakan suatu pola menyeluruh, bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Aspek budaya tidak sedikit juga menentukan perilaku manusia dalam berkomunikasi.

II. Pengertian Kebudayaan
            Pengertian kebudayaan menurut para ahli :
·      Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri (Cultural-Determinism)
·      Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain (Superorganic)
·      Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat
·      Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat
·      Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat
C. Manusia dan kebudayaan
            Sebagai makhluk sosial yang hidup berkumpul dan menetap, tentunya manusia kerap mengadakan interaksi terhadap sesamanya. Selain berinteraksi antar sesamanya, tentunya juga manusia berinteraksi terhadap lingkungan dimana ia tinggal dan juga alam semesta. Di dalam interaksi yang dilakukan secara terus menerus tersebut dapat menimbulkan suatu hal atau kebiasaan dalam lingkungan masyarakat yang berulang-ulang dan menjadi kebiasaan yang pada akhirnya diturunkan kepada masyarakat selanjutnya. Inilah yang kerap disebut sebagai kebudayaan.
            Namun, jika kita mengamati seluruh kelompok manusia di muka bumi ini, banyak sekali perbedaan corak kebudayaan. Hal tersebut terjadi karena setiap kawasan bangsa atau negara memiliki pebedaan faktor alam, iklim, manusia, dan juga faktor-faktor lainnya.
            Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemadi, kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
            Dari pengertian tersebut, mununjukan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan dari pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi. Dan manusia harus bisa menyesuaikan pribadi mereka dengan kebudayaan yang ada.



Daftar pustaka
* Manusia dan kebudayaan (2010). Manusia dan Kebudayaan. Dari http://yurizone.wordpress.com/2010/04/02/manusia-dan-kebudayaan/, diakses pada tanggal 24 september 2011
* http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi, diakses pada tanggal 27 september 2011
* http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia, diakses pada tangga 27 september 2011
* http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan, diakses pada tanggal 24 september 2011