Sabtu, 27 Desember 2014

sistem informasi psikologi 3

KECERDASAN BUATAN
Kecerdasan buatan (artificial intellegence) merupakan kecerdasan ilmiah, atau merupakan kecerdasan buatan yang diciptakan, lalu dimasukkan ke dalam suatu sistem mesin atau komputer. Kecerdasan buatan diciptakan dengan tujuan dapat melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh manusia. Yang termasuk kecerdasan buatan antara lain adalah sitem pakar, permainan komputer, robotika, dll.

CONTOH KECERDASAN BUATAN
Lengan Bionik
Sumber: Tempo.co, Lausanne
Lengan bionik merupakan lengan buatan dengan sensor perasa, dibuat oleh Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne, Swiss. Lengan palsu ini dikembangkan sekelompok peneliti gabungan dari Institut Teknologi Lausanne dan Universitas Scuola Superiore Sant'Anna, Italia. Kepala tim peneliti Silvetro Micera menjelaskan timnya menanamkan sejumlah sensor pada lengan bionik. Sensor-sensor itu terhubung ke sejumlah elektroda yang dipasang melalui prosedur operasi ke lengan atas kaum difable.

Sinyal dari sensor-sensor itu kemudian diolah menggunakan kode algoritma komputer sehingga elektroda bisa menerjemahkannya menjadi impuls saraf. Lengan bionik canggih ini akan berguna dan memudahkan kehidupan kaum difabel. Namun, hasil penelitian mengenai lengan bionik ini, belum bisa dikatakan berhasil karena baru melibatkan seorang sukarelawan. Keamanan alat ini juga masih harus diuji karena sistemnya harus ditanam di dalam kulit pengguna.


http://www.tempo.co/read/news/2014/02/06/061551758/Ilmuwan-Ciptakan-Lengan-Bionik-Peka-Sentuhan (diakses pada tanggal 25 desember 2014)

Sabtu, 15 November 2014

sistem informasi psikologi 2

PENGERTIAN DATABASE

Menurut Connolly dan Begg (2010), database adalah sekumpulan data tersebar yang berhubungan secara logis, dan penjelasan dari data ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.
Menurut Inmon (2005), database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan (biasanya dengan redudansi yang terkontrol dan terbatas) berdasarkan skema. Sebuah database dapat melayani single atau multiple applications.
Menurut Gottschalk dan Saether (2010), database adalah sekumpulan data yang terorganisir untuk mendukung banyak aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengontrol data redundant.
Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan dan terorganisir yang disimpan berdasarkan skema dengan memusatkan data dan mengontrol data redundant untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.
Sifat-sifat database :
  • Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat
  • Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).



Contoh database:
Nama
TTL
NIK*
Ani
1 januari 1990
11223344556677
Bian
2 februari 1990
22334455667788
Cinta
3 maret 1990
33445566778899
Dina
4 april 1990
44556677889900
Erna
5 mei 1990
55667788990011
Feni
6 juni 1990
66778899001122
Gina
7 juli 1990
77889900112233
Hani
8 agustus 1990
88990011223344
Jeni
9 september 1990
99001122334455
Kinan
10 oktober 1990
99887766554433

NIK*
TTL
NIP
11223344556677
1 januari 1990
1357997531
22334455667788
2 februari 1990
2468008642
33445566778899
3 maret 1990
3579119753
44556677889900
4 april 1990
4680220864
55667788990011
5 mei 1990
5791331975
66778899001122
6 juni 1990
6802442086
77889900112233
7 juli 1990
7913553197
88990011223344
8 agustus 1990
8024664208
99001122334455
9 september 1990
9753113579
99887766554433
10 oktober 1990
8642002468
    * Primary key

Daftar Pustaka
Connolly, Thomas and Begg, Carolyn. (2010). Database Systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management, Fifth Edition. Pearson Education, Boston.
Inmon, W. H. (2005). Building the Data Warehose, edisi ke-3. John Wiley & Sons, Inc, USA.
Gottschalk, Petter and Saether, Hans Solli. (2010). Computer Information Systems In Financial Crime Investigation. Academic Journal, Vol.50 Issue 3, p41, diakses 10 November 2014 dari http://www.scribd.com/doc/49834474/Financial-Crime-investigations





Kamis, 16 Oktober 2014

sistem informasi psikologi 1

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Sistem informasi psikologi, setelah disimpulkan menurut berbagai informasi yang telah didapat, merupakan sekumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu yang tentunya berhubungan dengan psikologi. Di dalam sistem yang berisikan elemen-elemen seperti input, proses, dan output semuanya melibatkan proses psikologi.
Segala informasi mengenai psikologi akan lebih mudah didapatkan dan juga diolah dengan bantuan dari sistem informasi itu sendiri. Sistem informasi, merupakan sekumpulan data yang diolah untuk memberikan pengetahuan dan keterangan, serta membantu seseorang dalam mengambil keputusan saat ini atau di masa yang akan datang.
Sistem informasi psikologi dibuat dengan tujuan memberikan informasi serta pengetahuan yang jelas dan rinci mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ilmu psikologi, sehingga dapat membantu masyarakat luas dalam memahami segala sesuatu yang menjadi bagian dari ilmu psikologi.


CONTOH WEBSITE PSIKOLOGI

Contoh website yang diambil, yang berkaitan dengan psikologi adalah e-psikologi (sumber: www.e-psikologi.com) situs tersebut menyediakan banyak hal yang berkaitan dengan psikologi seperti artikel-artikel psikologi, konsultasi segala sesuatu yang berhubungan dengan psikologi secara online, serta game untuk anak-anak dalam melatih tumbuh kembang dan proses sensori.

Senin, 09 Juni 2014

Psikoterapi 3


Terapi Supportive
Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. Tujuan terapi supportive adalah:
  • ·      Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
  • ·      Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri (Maramis, 2005)
  • ·      Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym, 2001)
  • ·      Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien  melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb, 2004).


Terapi Reeducative
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri.

Terapi Reconstuctive
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.

Daftar Pustaka
Gunarsa, Singgih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Psikoterapi 2


Perbedaan Konseling dan Psikoterapi

Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan perbedaan konseling dan psikoterapi bahwa:
·      Konseling ditandai dengan adanya terminologi seperti: “educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awareness, normal, present-time danshort-time”.
·      Psikoterapi ditandai dengan: “supportive(dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotic and other severe emotional problem and long-term”.
Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut:

KONSELING UNTUK
PSIKOTERAPI UNTUK
1. Klien
1. Pasien
2. Gangguan yang kurang serius
2. Gangguan yang serius
3. Masalah: Jabatan, Pendidikan, dsb
3. Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4. Berhubungan dengan pencegahan
4. Berhubungan dengan penyembuhan
5. Lingkungan pendidikan dan non medis
5. Lingkungan medis
6. Berhubungan dengan kesadaran
6. Berhubungan dengan ketidaksadaran
7. Metode pendidikan
7. Metode penyembuhan

 Namun secara umum, perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut :

Konseling
Psikoterapi
intensif
intensif
preventif
Kuratif / reapartif
Fokus : edukasi, vocational, perkembangan
Fokus : remedial
Setting : sekolah, industri, social work,
Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
Jumlah intervensi <
Jumlah intervensi >
Supportive
rekonstructive
Penekanan “normal”/masalah ringan
Penekanan “disfungsi” / masalah berat
Short term
Long term



Daftar Pustaka:
Gunarsa, Singgih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia
Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
Zulkaida, Anita. Handout Psikoterapi. Universitas Gunadarma

Senin, 07 April 2014

Psikoterapi 1


Pengertian Psikoterapi

    Psikoterapi secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinya jelas, yaitu “mind” atau sederhananya: jiwa dan “therapy” dari bahasa Yunani yang berarti “merawat” atau “mengasuh”, sehingga psikoterapindalam arti sempitnya adalah perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang. Berikut pengertian psikoterapi menurut para ahli:
  • ·      Menurut Wolberg (1954), psikoterapi adalah suatu bentuk dari perawatan (treatment) terhadap masalah-masalah yang dasarnya emosi, dimana seseorang yang terlatih dengan seksama membentuk hubungan profesional dengan pasien dengan tujuan memindahkan, mengubah atau mencegah munculnya gejala dan menjadi perantara untuk menghilangkan pola-pola perilaku yang terhambat.
  • ·      Menurut Watson & Morse (1977), psikoterapi dirumuskan sebagai bentuk khusus dari interaksi antara dua orang, pasien dan terapis, pada mana pasien memulai interaksi karena ia mencari bantuan psikologik dan terapis menyusun interaksi dengan mempergunakan dasar psikologik untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubah pikiran, perasaan, dan tindakannya
  • ·      Menurut Corsini (1989), psikoterapi adalah proses formal dari interkasi antara dua pihak, setiap pihak biasanya terdiri dari satu orang, tetapi ada kemungkinan terdiri dari dua orang atau lebih pada setiap pihak, dengan tujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress) pada salah satu dari dua pihak karena ketidakmampuan atau malafungsi pada salah satu dari bidang-bidang berikut: fungsi kognitif (kelainan pada fungsi berpikir), fungsi afektif (penderitaan atau kehidupan emosi yang tidak menyenangkan) atau fungsi perilaku (ketidak tepatan perilaku); dengan terapis yang memiliki teori tentang asal usul kepribadian, perkembangan, mempertahankan, dan mengubah bersamama-sama dengan beberapa metode perawatan yang mempunyai dasar teori dan profesinya diakui resmi untuk bertindak sebagai terapis

Berdasarkan pengertian menurut beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa psikoterapi adalah adalah proses formal yang di lakukan oleh pasien dan terapis, untuk membantu pasien dalam mengendalikan diri mereka kearah yang positif.


Daftar Pustaka
Mashudi, F. (2012). Psikologi Konseling. Jogjakarta: IRCiSoD.
Gunarsa, S. (2011). Konseling dan Psikoterapi, Jakarta: Libri

Senin, 06 Januari 2014

manajemen 10


KEKUASAAN DAN PENGARUH DALAM MANAJEMEN
1. Definisi Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain yang bersumber pada diri individu serta peraturan yang berlaku. Artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk mempengaruhi individu, kelompok, keputusan, atau kejadian. Kekuasaan tidak sama dengan wewenang, wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.
Menurut Max Weber, kekuasaan sebagai suatu kemungkinan yang membuat seorang aktor di dalam suatu hubungan sosial berada dalam suatu jabatan untuk melaksanakan keinginannya sendiri dan yang menghilangkan halangan. Walterd Nord merumuskan kekuasaan itu sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi aliran energy dan dana yang tersedia untuk mencapai suatu tujuan yang berbeda secara jelas dari tujuan lainnya.

2. Definisi Pengaruh
Keberadaan pengaruh dalam suatu kepemimpinan memiliki andil yang besar, yaitu dalam hal menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan yang sudah di tetapkan. Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi dan proses-proses mempengaruhi yang timbal-balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan.

B. Pengaruh Taktik Organisasi
1.     Kepatuhan instrumental, Seorang target melaksanakan tindakan yang diminta untuk tujuan mendapatkan imbalan yang pasti atau menghindari hukuman. Level dukungan yang diberikan mungkin sangat kecil yang diperlukan untuk mendapatkan penghargaan atau untuk menghindari hukuman.
2.     Internalisasi. Seorang target memiliki komitmen untuk mendukung dan menerapkan proposal yang diajukan oleh pemimpin terlihat seperti diharapkan secara intrinsik dan sesuai dalam hubungannya dengan nilai, keyakinan dan citra pribadi dari target.
3.     Identifikasi Personal. Seorang target meniru perilaku pemimpin atau mengambil sikap yang sama agar disukai oleh pemimpin



DAFTAR PUSTAKA

Handoko, T. H. (2001), Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. BPFE, Yogjakarta.
Hasibuan. M. (2001), Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara Jakarta, Jakarta.
Husein Umar, 2000, Business: An Introduction, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 
Robbins. (2006). Organizational Behaviour. Tenth Edition. Edisi Bahasa Indonesia. PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.
Suyanto, M. (2007) Strategic Management Global Most Admired Companies. Yogyakarta: Andi Offset