Senin, 09 Juni 2014

Psikoterapi 3


Terapi Supportive
Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya. Tujuan terapi supportive adalah:
  • ·      Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
  • ·      Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri (Maramis, 2005)
  • ·      Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym, 2001)
  • ·      Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien  melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb, 2004).


Terapi Reeducative
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri.

Terapi Reconstuctive
Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.

Daftar Pustaka
Gunarsa, Singgih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Psikoterapi 2


Perbedaan Konseling dan Psikoterapi

Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan perbedaan konseling dan psikoterapi bahwa:
·      Konseling ditandai dengan adanya terminologi seperti: “educational, vocational, supportive, situational, problem solving, conscious awareness, normal, present-time danshort-time”.
·      Psikoterapi ditandai dengan: “supportive(dalam keadaan krisis), reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotic and other severe emotional problem and long-term”.
Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone (1977) dan Patterson (1973) yang dikutip oleh Thompson dan Rudolph (1983), sebagai berikut:

KONSELING UNTUK
PSIKOTERAPI UNTUK
1. Klien
1. Pasien
2. Gangguan yang kurang serius
2. Gangguan yang serius
3. Masalah: Jabatan, Pendidikan, dsb
3. Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan
4. Berhubungan dengan pencegahan
4. Berhubungan dengan penyembuhan
5. Lingkungan pendidikan dan non medis
5. Lingkungan medis
6. Berhubungan dengan kesadaran
6. Berhubungan dengan ketidaksadaran
7. Metode pendidikan
7. Metode penyembuhan

 Namun secara umum, perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut :

Konseling
Psikoterapi
intensif
intensif
preventif
Kuratif / reapartif
Fokus : edukasi, vocational, perkembangan
Fokus : remedial
Setting : sekolah, industri, social work,
Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
Jumlah intervensi <
Jumlah intervensi >
Supportive
rekonstructive
Penekanan “normal”/masalah ringan
Penekanan “disfungsi” / masalah berat
Short term
Long term



Daftar Pustaka:
Gunarsa, Singgih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia
Mappiare, Andi. 1992. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: PT Raja Grafindo
Zulkaida, Anita. Handout Psikoterapi. Universitas Gunadarma